Ketika kita mengalami masa-masa suram dalam hidup, ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, ketika usaha dan kerja keras kita seakan tidak membuahkan hasil, ketika kita sudah mulai menyerah terkadang kita mulai menyalahkan Tuhan atas situasi yang kita alami.

Tanpa kita sadari bahwa kita mestinya tetap menguatkan hati untuk percaya dan menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan, kerana pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. 

Jika berbicara tentang benteng, fikiran kita pasti terarah kepada hal yang berhubungan dengan perang.

𝐀𝐩𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐞𝐧𝐭𝐞𝐧𝐠? Definisi dari kata benteng adalah bangunan tempat untuk berlindung atau bertahan dari serangan musuh; dinding atau tembok untuk menahan serangan. 

𝐀𝐩𝐚 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐮𝐝 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐍𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐛𝐞𝐧𝐭𝐞𝐧𝐠?

Ini untuk menegaskan bahwa Dia akan memberikan perlindungan yang sempurna kepada anak-anak-Nya, bahkan Dia akan memelihara kita seperti biji mata-Nya sendiri, sehingga “…𝘴𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘮𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘫𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘢-𝘕𝘺𝘢-” (𝐙𝐚𝐤𝐡𝐚𝐫𝐢𝐚 𝟐:𝟖𝐛).

Jadi, 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐫𝐥𝐮 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐭𝐚𝐤𝐮𝐭𝐤𝐚𝐧?  Memang, perjalanan kita bukanlah perjalanan yang bebas dari ujian dan tantangan.

Jika manusia menyakitimu, Tuhan menyembuhkanmu. Manusia mempermalukanmu, Tuhan memulihkanmu. Manusia menghakimimu, Tuhan membenarkanmu. Manusia menghinamu, Tuhan memuliakanmu. Manusia mempersulitmu, Tuhanmemudahkanmu.

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐤𝐮𝐭! Mari kita hadapi semuanya ini dengan iman yang teguh!

Apa yang manusia buat mengecewakan kita tapi Tuhan memberikan kita kepercayaan hidup agar kita bangkit dan tidak tergeletak, karena tangan Tuhan akan selalu menopang hidup kita.

Berserahlah kepada Tuhan dan percayakan hidup ini sepenuhnya kepada Dia, pasti kita akan aman dalam lindungan-Nya, karena “𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘭𝘢𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘗𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘐𝘴𝘳𝘢𝘦𝘭.  𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘗𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢𝘮𝘶, 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘢𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯𝘢𝘯𝘮𝘶.” 𝐌𝐚𝐳𝐦𝐮𝐫 𝟏𝟐𝟏:𝟒-𝟓

𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐞𝐧𝐭𝐞𝐧𝐠 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐣𝐚𝐦𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐚𝐦𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢!  𝐊𝐞𝐫𝐚𝐧𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐢 𝐥𝐮𝐚𝐫 𝐃𝐢𝐚!

Categories: ArtikelKristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).