Setelah viral pernikahan Rey Mbayang dan Dinda Hauw, banyak perempuan berasumsi, “Mau kayak Dinda Hauw aja deh, enggak pacaran, diem-diem dilamar dan nikah.”

Asumsi diatas adalah para perempuan halu alias baper (padahal mah pernikahannya biasa saja pada umumnya). Karena pada kenyataannya cara Dinda Hauw itu melihat Rey lelaki yang mapan, nasabnya baik, kaya, terkenal, dan tentunya ganteng. Perempuan mana sih yang enggak mau sama lelaki seperti Rey?

Coba kalo yang tiba-tiba melamar itu aku; miskin, masa depan suram, rambut gondrong kek copet, pengangguran, pake sendal swallow yang bawahnya dikasih paku karena bekas putus. Langsung ditolak pasti. Baru juga bilang, “Tipe suami idaman kamu seperti apa?”, langsung dijawab, “Yang pasti bukan seperti kau!”

Jadi berhentilah menjadi perempuan yang mudah terbawa suasana. Ingat, Dinda Hauw itu artis, sedangkan dirimu hanya perempuan yang masih sibuk mengatai lelaki fake boy padahal kamu cuma cari yang good looking, kamu hanya perempuan yang sok-sokan tidak suka ditanya ‘lagi apa’ ‘sudah makan belum’ padahal kalau ditanya oleh lelaki yang kamu suka akan dijawab, bahkan di-ss dijadikan story dengan caption “Mimpi apa aku semalam ditanya sama doi. Uwu”, kamu hanya perempuan yang berlaga tidak mencari pasangan yang sempurna tapi pas ada lelaki yang jelek ngedeketin kamu abaikan secuek-cueknya.

Terakhir, juga jangan sok-sokan berlaga ‘patah hati’. Hey! Mereka para artis yang menikah kenal dirimu saja tidak, sok-sokan patah hati. Patah hatimu disebabkan oleh halumu, jadi apakah kamu mau terus berlaga patah hati setiap ada artis tampan menikah?

Bercerminlah nak! Hidupmu tidak ada pantas-pantasnya meniru jalan hidup para artis. Jadilah dirimu sendiri. Menjadi berkelas tidak perlu meniru hidup orang lain kok.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).