Apa yang terlintas dipikiran kalian saat melihat wanita berdaster?

Banyak orang yang menganggap wanita yang mengenakan seragam kebesarannya ini hanyalah seorang wanita rumahan yang pekerjaannya hanya seputar rumah saja. Mengurus anak, membersihkan rumah, menyapu, mengepel, memasak.

Memang itu salah satu usaha istri untuk mendapatkan RidhoNya saat berumah tangga. Tapi jangan pandang daster sebelah mata.

Daster pun punya tingkatan, dari yang biasa aja sampai yang enggak biasa. Seperti daster Nadira ini. Kemaren temen saya yang beli bilang kalau daster ini super nyaman dan adem banget. Dia menganggap harga yang dibandrol memang sebanding dengan kualitas yang ditawarkan.

Saya pun tertarik mengambil satu daster tetapi dengan jenis Grade B. Daster yang tidak lulus Quality Control. Dan saat barang datang saya langsung jatuh cinta. Bahannya yang adem, model nya yang cantik jadi terlihat anggun sekali dipakai. Terlihat mewah menurut saya jika dibilang “hanya daster”.

Dia bisa multifungsi. Dijadikan tunik oke. Dijadikan dress oke. Dijadikan daster juga oke.

Seperti wanita. Dibilang multitalenta. Karena dia bisa berubah menjadi apapun sesuai situasi dan kondisi dimanapun berada. Bisa jadi ibu, istri, bendahara, tukang masak, tukang cuci, bos, guru, dan lain lain.

Walaupun diluar terlihat biasa saja, terlihat lemah, tapi dibalik itu semua ada kegigihan, ada kekuatan yang tak bisa didapatkan dari lelaki.

Seperti karakter “Suhita” dalam novel karya Khilma Anis. Bagaimana dijelaskan bahwa Suhita gadis yang lugu, tak berdaya, manut, diam, patuh. Tapi untuk mendapatkan hati sang suami yang tidak mencintainya karena perjodohan, dia sangat gigih. Dia tak menyerah walaupun tau Gus Biru, sang suami telah menyukai wanita lain. Dengan tenang tapi pasti sampai akhirnya luluh dalam dekapannya.

Wanita berdaster itu wanita yang kuat.

Yanuar Kristanti

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).