Ada orang-orang yang hidupnya sangat terbantu dari warisan dan pemberian orang tua. Rumah dibeliin orang tua, kendaraan dibelikan orang tua, tiap bulan masih disupport finansial sama orang tua, bahkan pekerjaanpun yang nyariin orang tua.

Tapi buat yang orang tuanya tidak bisa memberikan semua itu, anda jangan berkecil hati. Karena biarpun kamu ibaratnya harus kerja pagi siang malam banting tulang, kamu lebih bisa tagak kepalanya karena kamu betul-betul berjuang keras untuk mendapatkan apa yang kamu miliki sekarang,  BANGGANYA LAIN!

Kamu lebih layak bangga dengan rumah sangat sederhana yang dubeli dengan hasil keringat sendiri ketimbang orang-orang yang punya rumah elite tapi dibeliin orang tua.

Bahwa saya yakin, Tuhan lebih menghargai usaha kita daripada apa yang kita punya sekarang. Kadang orang lupa bahwa dari proses berjuang itulah diri kita digembleng menjadi pribadi yang kuat, yang tahan banting menghadapi segala rintangan hidup.

Esensi manusia hidup kan seperti itu, untuk bisa berjuang dan berjuang, sampai kita menjadi sosok yang benar-benar layak disebut pejuang. Saya yakin Tuhan tidak akan meliat kamu kaya atau miskin, kamu punya ini itu apa tidak, tapi yang dilihat adalah perjuangannya.

Keringat sendiri, bangganya beda karena kita berjuang mati-matian!

Buat kamu yang sekarang sementara berproses, jangan khuwatir! Kalau anda beragama, percayalah bahwa nasib seseorang pasti akan berubah jikalau orang itu berusaha!

Sekarang punya apa, syukuri! Yang terpenting jangan sampai jadi manusia yang hidupnya cuma bisa nyusahin orang tua! Pokoknya harus mandiri, raih impianmu dengan keringat sendiri! Dari situlah kamu akan paham apa arti hidup dan perjuangan!

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).