Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.  Artinya hidup dalam pimpinan Roh, tidak menuruti keinginan daging dan menanggalkan manusia lama kita,  “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging,”  (Galatia 5:17).

Pertanyaannya:  apakah kita hanya hidup (bernafas) ketika ada ibadah saja? Tentunya tidak. Setiap saat, detik, menit, jam, hari demi hari selama kita masih bernafas kita harus mempersembahkan hidup kita sebagai ibadah kepada Tuhan, tetapi di mana pun, kapan pun dan di segala keadaan. Dengan demikian keberadaan hidup kita senantiasa membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

Seseorang dapat dikatakan beribadah kepada Tuhan apabila ia memiliki kekariban atau hubungan intim dengan Tuhan.  Bagaimana bisa dikatakan beribadah jika kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan serta membaca Alkitab hanya di gereja saja? 

Beribadah kepada Tuhan juga berarti memiliki hati yang takut akan Dia, artinya menghormati Tuhan dengan hidup menurut jalan-jalanNya atau taat melakukan firmanNya di mana pun kita berada.  “Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.”  (Amsal 8:13).

Sudahkah kita menjadi pelaku-pelaku firman?

“…dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”  (Yakobus 1:22). 

Seringkali kita hanya menuntut agar Tuhan menjawab doa-doa kita untuk memberkati, menyembuhkan, memulihkan atas keterpurukan kita. Sementara kita sendiri jarang melakukan apa yang Tuhan mau.

Ingat jika kita sudah menerima kebaikan Tuhan, jangan kita lalai dalam beribadah dan melakukan Firman-Nya.

Haruslah ada tindakan nyata yang menunjukkan bahwa kita takut akan Tuhan, bukan hanya lips service.  Kita pun dapat dikategorikan sebagai orang yang beribadah kepada Tuhan apabila kita melakukannya dengan penuh kesungguhan hati dan tidak setengah-setengah, sebab  “Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai,”  (Yeremia 48:10).  Bukankah masih ada yang main-main saat beribadah? Bersenda gurau, memainkan hp, bahkan telepon-teleponan saat ibadah berlangsung.

“…takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.”  Yosua 24:14a

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).