Akte lahir adalah kertas. Ijazah juga kertas. Akte nikah kertas. Paspor kertas. Surat kepemilikan rumah juga kertas. Uang juga kertas.

Kehidupan kita layaknya hanya Dikelilingi kertas-kertas. Seiring waktu berlalu, semua dirobek. Kemudian Dibuang dan dibakar.

Berapa banyak orang bersedih karena “kertas-kertas” yang dimilikinya? Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan “kertas-kertas” yang dimilikinya?

Tetapi

Ada 1 satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusia itu sendiri yaitu, “akte kematiannya” sendiri.

Maka manusia itu ada batasnya yang tidak mungkin dia mampu menjangkau waktu.

Ada dua hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang:

  1. Masa mudanya
  2. Kekuatannya.

Dan dua hal yang berguna untuk setiap orang:

  1. Hati yang mulia.
  2. Hati yang mengampuni.

Juga dua hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang:

  1. Sikap rendah hati.
  2. Berbagi kasih.

Belajarlah punya prinsip hidup!

Ada tiga fase hidup yang tampak dari kita:

  1. Masa puber kita punya, waktu dan kekuatan tetapi tidak punya “uang”.
  2. Masa bekerja kita, punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya “waktu”.
  3. Masa tua kita punya uang dan punya waktu, tetapi tidak punya “kekuatan” lagi.

Manfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya selagi masih bisa bernafas.

Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan kita. Dan orang lainpun meyakini, bahwa kehidupan kita jauh lebih baik darinya.

Hal itu terjadi Dikarenakan kita melupakan satu hal terpenting dalam hidup, yaitu bersikap “mensyukuri apa yang sudah kita miliki”.

Oleh sebab itu.

Nikmati hidup, sebelum hidup tidak bisa dinikmati. Dan selalu bersyukur atas segala nikmat dan karunia hidup.

Tidak capekpun perlu istirahat. Tidak kayapun perlu bersyukur.

Sadarlah hidup itu pendek. Pasti ada saatnya finish.

Jangan tertipu dengan usia muda. Karena syarat mati tidak harus tua. Nikmati hidup dan berbahagialah sewaktu ada kesempatan.

Source: Mey Rumbewas Wanggai

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).