Kaum millenial adalah kaum yang mengerti dan memahami perkembangan zaman milenium. Pemikiran yang maju, inovasi, dan kreativitas merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kaum tersebut. Itu dikarenakan cara pandang, pola pikir sampai pada kreativitas adalah sebuah keinginan untuk menjadikan diri dan hidupnya menjadi eksis, dalam arti keeksistensian yang positif. Sehingga citra dirinya menjadi baik di mata orang yang mengenal mereka. Mereka sangat berpikir maju, berinovasi dan berkreativitas demi perjuangan hidup di era millenial. Fenomena millenial sangat booming di kehidupan sosial masyarakat, selain dengan pola pikir, inovatif, kreatif, kaum millenial sangat anti dengan gaya hidup yang dulu, karena mereka berasumsi bahwa gaya hidup yang lama itu sangat kuno, tidak keren dan berbagai asumsi lainnya. Ada juga kaum millenial yang memadukan gaya hidup saat ini dengan kearifan lokal di daerahnya, itu semata mereka lakukan demi membangun daerah melalui talenta yang dimilikinya.

Karya millenial Toraja sudah mulai dirasakan saat ini. Diawali dengan menampilkan kehidupan sosial seturut kearifan lokal melalui lagu, komedi, tulisan serta berbagai talenta yang dimiliki oleh millenial Toraja. Sebut saja Grup Londe, Bang Is, AmmangTube, Markomi Patandung (Sessek}, Tindoki Band, dan beberapa talenta lain yang dimiliki oleh millenial Toraja. Mereka semua ini adalah konten kreator dan grup band yang sangat fenomenal di Toraja. Karya mereka ditampilkan dan ditayangkan dalam platform New Media. Dengan mengangkat kearifan lokal dalam karya mereka, Toraja dikenal di seluruh lapisan masyarakat serta membuat nama besarnya menjadi tenar karena kearifan lokal yang dituangkan dalam konten.

Toraja tidak hanya dikenal melalui karya anak millenial Toraja yang sangat membangun daerahnya, tetapi Toraja dikenal karena kaum millenial Toraja intelektual yang dimiliki oleh daerah ini. Berbagai profesi dan pekerjaan ditekuni membuat kaun millenial Toraja dapat diperhitungkan di Indonesia. Seperti Politisi, Dosen, Pimpinan Partai Politik, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan dan berbagai penugasan lainnya yang membuat kaum millenial Toraja menjadi seorang yang disegani di tengah-tengah masyarakat karena pembauran dan pendekatannya sangat millenial dan melalui karya intelektual yang diterapkan di tengah masyarakat serta menjadi sebuah teladan yang ditinggalkan.

Akhir-akhir ini, Toraja dihebohkan dengan kehadiran tiga orang kaum millenial Toraja yang sangat fenomenal di tengah-tengan masyarakat. Ketiga tokoh muda Toraja ini, satu yang bergerak di Partai Politik sebagai Pimpinan salah satu partai di Toraja, satu bergerak sebagai Kepala Lembang di salah satu lembang di daerah Sangalla’ dan satu bergerak di bidang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSIM) di daerah Rembon. Karya ketiga tokoh muda ini sangat fenomenal dan millenial tentunya. Sepengetahuan penulis karya yang paling fenomenal adalah pertama, sang tokoh milenial dari Mengkendek yang merupakan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang viral melalui salah satu media cetak di Sulsel menantang Bupati Tana Toraja dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020, kedua tokoh millenial dari Sangalla’ yang menjabat sebagai Kepala Lembang di daerah Batualu, Sangalla” yang menentang undang-undang yang tidak relevan dengan warga dan memimpin Lembang dengan gaya millenialnya, serta tokoh Millenial dari Rembon dan merupakan ketua salah satu LSM di Rembon, yang mengkritisi pembangunan jalan disana yang sangat merugikan masyarakat. Harapan yang disematkan kepada kaum Millenial sangat besar, semoga karya mereka tetap bersinar.

Penulis: Ben Azel Salu (Mahasiswa Pascasarjana lAKN Toraja)

Categories: Opini

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).