Pacaran tanpa komitmen untuk menikah hanyalah suatu kegiatan yang tidak berguna.

Alkitab mengatakan semuanya diperbolehkan tapi tidak semuanya berguna atau membangun. 1 Korintus 10:23 (TB)  “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Asumsinya begini, jika si A berpacaran dengan si B maka si A mau menikahi si B. Nah, jika tidak seperti ini tujuannya maka pacaran itu hanyalah membuang waktu, membuang uang, membuang tenaga, dan lain sebagainya.

Untuk apa engkau capek-capek ketemu sama dia, jalan sama dia, mencintai dia tapi tak mau menikah dengan dia. Kan hanya buang waktu.

Namun perlu diperhatikan bukan berarti tidak boleh putus dalam pacaran, namun kata putus di sini terjadi apabila ada masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan atau masalah yang fatal adanya dalam hubungan itu sehingga hubungan itu tidak bisa dilanjutkan.

Oke. Semoga pacarannya langgeng sampai pernikahan. Tuhan memberkati setiap pasangan yang sementara menjalin hubungan dengan serius.

Willy Marpaung

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).