Bagaimana sih rasanya menjadi seorang Pendeta?

Seorang Pendeta:

Bila ia masih muda, dianggap kurang berpengalaman!

Bila rambutnya sudah beruban, dianggap terlalu tua!

Bila keluarganya besar, dianggap membebani jemaat!

Bila tidak mempunyai anak, dianggap tidak bisa diteladani!

Bila suami atau istrinya aktif, dituduh menonjolkan diri!

Bila suami atau istrinya tidak aktif, dituduh tidak mendukung pelayanan!

Bila ia berkhotbah dgn membaca, khotbahnya dianggap membosankan!

Bila berkhotbah tanpa lihat teks, dianggap kurang persiapan!

Bila khotbahnya banyak contoh, dianggap kurang alkitabiah!

Bila khotbahnya kurang ilustrasi, dianggap bahasanya terlalu tinggi!

Bila ia berusaha mengadakan pembenahan, dianggap bertindak sewenang-wenang dan melanggar Tata Gereja!

Bila melanjutkan yang telah ada, dianggap sebagai boneka dan tidak kreatif!

Bila ia kurang menyenangkan hati 1 atau 2 orang, dianggap menyakiti  hati jemaahnya!

Bila berusaha menyenangkan hati semua orang, dijuluki penjilat!

Kalau ia berterus terang agar jemaat terang terus dalam kebenaran, dianggap sengaja menyinggung perasaan!

Kalau tidak berterus terang, akan disebut pengecut!

Kalau khotbahnya panjang, dianggap membuat orang mengantuk!

Kalau khotbahnya singkat, ah…, dia memang pendeta yang malas!

Seorang pendeta:

Dia dituntut tulus dan bijaksana seperti burung merpati, Dia diminta cerdik dan bijaksini seperti ular, Dia diwajibkan gagah berani seperti burung rajawali, dan rendah hati sebagai seorang hamba, Dia rela makan apa saja apa adanya dari Jemaat seperti burung kenari, Dia harus sanggup berperan sebagai seorang ekonom, pencari dana untuk pelayanan, seorang mantri kesehatan, dan pemberes semua masalah, Dia harus ramah dan baik kepada semua orang, serta menjadi gembala yang arif, Dia harus melawat semua orang sakit, dan melayat semua keluarga duka, Dia harus bergaul dengan anak-anak, remaja, pemuda sampai yang lanjut usia, Dia harus pandai berbicara dan menulis, Dia harus menjadi seorang pelayan yang senantiasa merendah dan melakukan apa saja yang diminta oleh jemaat.

Karena menurut jemaat:

Seorang pendeta adalah pengerja dan digaji oleh jemaat, meski gajinya sangat kecil! Pelayan yang upahnya nanti besar di Sorga, meski sedikit sekarang di dunia!

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).