Kita semua pasti pernah mengalami rasa takut (takut mau ujian, takut saat bicara didepan umum, takut usaha gagal, takut menghadapi atasan atau bawahan, dll). Rasa takut sering kali membuat orang bingung dan cemas.

Hal serupa dihadapi oleh raja Ahas. Raja Ahas mengalami ketakutan saat menghadapi kerajaan lain.  Yesaya datang  memberikan peneguhan, jangan takut dan tetap berpegang teguh pada Tuhan.

“Katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. (TB Yes 7:4).

Karena  tetap ketakutan Raja Ahas tidak mengindahkan nasehat  Yesaya. Ia mengandalkan kekuatan manusia. Lewat  bacaan hari ini kita belajar harus bagaimana menghadapinya.

Orang yang berada dalam ketakutan sering kali mengambil tindakan gegabah dan jalan pintas untuk menyelesaikan masalah. Alhasil, ketakutan justru menciptakan persoalan baru. Karena itu, kita perlu belajar bahwa di tengah ketakutan semestinya berpegang teguh pada janji Tuhan. Sebab Ia tidak pernah mengecewakan kita.

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).