Di dunia ini, hanya ada dua makhluk ciptaan-Nya yang paling kuhormati, Ayah dan Ibu. Mereka bukan saja orang tuaku, melainkan perpanjangan tangan Tuhan bagi kehidupanku di dunia. Dulu, aku menganggap Ayah dan Ibu sebagai pahlawanku dalam menyelesaikan masalah apapun. Tidak jarang aku akan merengek kepada mereka untuk diberi kekuatan dan motivasi dalam berbagai persoalanku di sekolah.

Seiring bertambahnya waktu, aku lebih suka menyelesaikan masalahku sendiri tanpa selalu menyusahkan mereka. Aku memotivasi diri untuk maju dengan menerapkan ajaran mereka dalam setiap langkah di kehidupanku. Di usia yang sudah tidak kecil lagi, aku suka berbagi cerita dengan Ayah dan Ibu tentang kehidupan sebagai seorang manusia dewasa.

Doa orang tua adalah jembatanku menuju masa depan. Aku percaya, jika Tuhan tidak pernah tidur dan mendengar segala permohanan mereka untuk diriku.

Tidak ada lagi tujuan dalam hidupku selain membuat orang tua bahagia dan bangga. Yang ingin kulihat adalah air mata cinta yang Ayah dan Ibu tumpahkan di hari kelulusanku. Bukan hanya karena aku telah lulus dengan nilai yang terbaik, melainkan pula karena aku berhasil hidup di jalan yang kalian restui.

Aku juga berjanji untuk membaktikan seluruh hidupku bagi kalian dan sesama. Sebab, tidak akan kunikmati ilmu ini seorang diri, aku akan membuat orang-orang merasakan apa yang kurasakan dari kecil hingga dewasa.

Dan yang terakhir, aku akan selalu mencintai kalian, hadiah terindah dalam hidupku.

Artikel ini telah tayang di Hipwee.com dengan judul Ayah dan Ibu, Izinkan Aku Membahagiakan Kalian Terlebih Dahulu

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).