Untukmu anak pertama perempuan! Menjadi anak pertama perempuan memanglah tidak mudah. Seringkali mereka harus merelakan keinginannya sendiri demi kebahagiaan adik-adiknya maupun keluarganya.

Nah buat kamu anak pertama perempuan, beberapa hal berikut pasti sering kamu rasakan. (Sumber: @riri.abdillah)

Naluri alamiahnya manja tapi ditahan karena dia menjadi tulang punggung keluarga dan tumpuan adik-adiknya.

Dia tidak mau menunjukkan kepedihan di hadapan siapapun. Pahit, getir, sedih dia telan sendiri. Ia kuatkan hatinya agar terlihat baik-baik saja.

Kegagalan adik-adik biasanya dilimpahkan pada kakak pertama. Dialah yang merasa bersalah jika adik-adiknya mengikuti keburukannya. Maka dia berjuang keras agar dapat menjadi teladan bagi adik-adiknya.

Sering dicurhati orang tua dan adik-adiknya. Dia harus menanggung seluruh beban keluarga. Kehidupan baginya bukan hanya tentang dirinya sendiri tapi tentang selurung anggota keluarganya

Ia bertekad kuat membantu adik-adik dan membahagiakan orang tua. Hingga terkadang dia lupa dengan keinginan dan kebahagiaannya sendiri.

Sesungguhnya ia terlihat kuat dari luar. Tapi hatinya sangat rapuh dan membutuhkan seseorang yang sangat mengeti keadaannya.

Mungkin dihadapan adik-adik dan orang tuanya dia menunjukkan kewibawaannya sebagai kakak pertama. Dihadapan orang lain dia pura-pura kuat.

Tapi dalam hati kecilnya, dia ingin sekali juga dimanja, ingin sekali merengek dan mengeluh, ingin sekali memikirkan kebahagiaannya sendiri tanpa terbebani oleh penderitaan orang lain.

Jika kamu anak pertama perempuan, semoga hatimu dikuatkan langkahmu dimudahkan, jodohmu adalah laki-laki yang mampu memberikan sandaran.

Categories: Inspirasi

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).