Ayah! Pahit manis pekerjaannya ia telan sendiri demi keluarga yang sangat ia cintai

Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering dicaci maki bosnya? Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan di luar sana? Taukah dirimu mungkin suamimu bahkan baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirimu dan anak” mu. Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering menahan lapar demi bisa pulang membawa uang.

Sebelum engkau cemberut padanya, hitunglah dulu telah berapa juta tetes keringat engkau peras dari tubuhnya. Sebelum engkau marah padanya, tataplah lekat-lekat matanya, mungkin tanpa kamu sadari mata itu telah banyak mengeluarkan air mata demi melihat dirimu tersenyum.

Ketahuilah, bila sampai hari ini dia belum bisa memenuhi segala keinginanmu, itu hanya karena faktor keadaan.

Tak seorang pun kepala keluarga yang tidak ingin melihat keluarganya bahagia. Sebelum engkau marah kepadanya, lihatlah dan renungkan lah apa yang telah dilakukan oleh seorang suami. Betapa suamimu sudah kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sebagian ayah tak pandai menceritakan kepedihannya pada anak istrinya, ia telan sendiri. Ia tak mau anak istrinya tahu betapa susahnya ia berjuang. Ia hanya ingin anak istrinya bangga terhadap dirinya, terhadap pekerjaannya.

Untuk para ayah dimanapun berada. Smoga lelahmu menjadi berkah, Amiin.

Categories: Inspirasi

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).