Pada zaman sekarang, banyak wanita yang berlomba-lomba ingin terlihat sempurna.

Dengan berbagai macam cara, mereka akan lakukan agar mereka terlihat cantik, putih, mulus, bersih, kinclong, ingin terlihat awet muda, Dan bahkan ada yang sampai melakukan operasi plastik yang memakan biaya smpai puluhan juta rupiah.

Tak jarang dari wanita yang rela mengorbankan banyak hal demi menuai hal-hal yang membuat mereka terlihat sempurna utamanya pada fisik mereka. 

Bagi saya, cantik itu relatif bagi kaum hawa.Namun dengan cara mereka yang tak sungkan-sungkan mengorbankan banyak hal demi menggapai kesempurnaan fisik itu, bukankah itu adalah hal yang tak wajar?  Mengapa mesti bermati-matian mempercantik fisik. Yah meskipun itu adalah tuntutan jiwa bagi mereka sihh.. Boleh merawat diri, karena itu memang kebutuhan, tapi dengan cara berlebihan seperti yang saya sebutkan diatas , saya kira itu tidak di maklumkan lagi.

Perlu kita tahu, bahwa mempercantik diri/fisik itu memang perlu.Namun lebih perlu lagi untuk mempercantik hati.

Cantik dari hati adalah pintu untuk menemukan segala hal yang baik. Maka dari itu, perlu untuk mempercantik hati, bukan hanya fisik saja.
Cantik fisik itu hanya Bonus bagi kita kaum hawa dari sang pencipta. dan itu tidaklah abadi selamanya, itu hanyalah sementara saja.

Ketika nanti kita mati, maka tubuh kita pun jadi remuk, kulit-kulit kita jadi makanan binatang dibawah liang kubur. Namun, kecantikan hati itu abadi, itu merupakan bekal bagi kita menuju sang Khalik. 

Percayalah, bukan karena kecantikan fisik yang menambat hati. Melainkan kecantikan hati itulah yang menambatkan jiwa. Kebahagiaan bukanlah milik mereka yang terlihat cantik secara fisik walaupun sering digambarkan demikian, Tapi kebagiaan adalah milik mereka yang cantik dari dalam hatinya. Dan itulah kenyataannya. 

Penulis: Alprida

Categories: Inspirasi

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).