Facebook itu memang tempatnya pamer. Pamer punya mobil, pamer punya rumah, pamer jalan-jalan, pamer makan-makan, pamer makanan, pamer pasangan, pamer apa aja dipamerin.

Lalu apa masalahnya? Masalahnya, hati kita sebagai netizen yang kadang terlanjur kotor, hati kita yang kadang terlanjur suka berpikir buruk tentang orang lain.

Temen upload rumah barunya, ya dikasih selamat, doain bahagia. Bukan sibuk ketik bikin status gak jelas, trus baper. “Nggak papa didunia hidup ngontrak, asal diakhirat dapat istana”

Yaelah, piknik lu kurang jauh. Sesekali pikniklah kekebun binatang. Noh, binatang rumahnya cuma kandang doang, isinya ventilasi udara semua. Kagak pernah ngeluh dan nyinyir tuh. Ya kali binatang mau minta tinggal diistana. Mikiir.

Temen upload mobil barunya, saking bahagianya lalu pengen berbagi kebahagian di facebook. Ya kita ikut saja bahagia, berdoa dalam hati agar kita juga Allah mampukan kita punya. Bukan malah bikin status tandingan. “Harta tak dibawa mati” Yaelah, sempit banget hatimu.

Temen pasang status jalan-jalan bareng keluarga. Ya kita ikut bahagia, doakan yang baik-baik. Karena doa baik akan berbalik kepada kita lagi bukan? Bukan malah ngedumel dalam hati. “Gak menghargai perasaan orang lain, yang keluarganya berantakan” Yaelah, mana tau orang akan urusan pribadimu.

Temen upload foto makanan, ya selow aja. Kalau kita pengen cukup doa dalam hati. “Ya Allah pengen makan ini ya Allah” sambil usap-usap tu foto dihape. Dijamin kenyang kagak, makin ngiler iya.

Kagak usah bikin status saingan. “Bijaklah menguplod foto, Masih banyak orang-orang yang kelaparan diluaran sana” Yaelah, makin bocor hatimu ges.

Temen upload foto makanan bakulannya. Disuport, dilarisin kalau perlu. Jangan malah sirik aja bawaannya. “Dih, foto dagangan mulu, bosen lihatnya”. Helloow!!! At least mereka berusaha memanfaatkan medsos untuk menjemput rejeki dari Allah. Bukan yang gunakan medsos cuma buat nyinyir doang. Manfaat mana?

Masih suka bilang orang upload sesuatu di facebook itu pamer? Ya biarin aja! akun-akun dia, status-status dia. Kalau mau menasehati ya jangan dikomen, tapi inbox saja. Pelan-pelaaan, hati-hatii, takut pecah hati. Atau lewatin aja statusnya, tutup mata, tutup facebooknya.

“Jadi jangan salahkan mereka yang suka pamer di facebook, salahkan hatimu yang bocor alus”

Peringatan buat diri sendiri yang masih suka nyiyir dalam hati.

Sumber: Ummu Sa’ad Abi Waqash

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).