Sebagai seorang anak, prioritas utama adalah kebahagiaan keluarga. Dengan melihat mereka bisa tersenyum bahagia saja karena kita, rasanya sungguh melegakan hati. Artinya bahwa apa yang sudah kita lakukan untuk mereka betul-betul adalah apa yang sedang mereka impikan sebetulnya.

Berbicara mengenai keluarga selalu bikin saya emosional haru. Yap, karena mereka adalah kebahagiaan saya.

Jujur usia mereka semakin tahun semakin bertambah lanjut. Semakin lama waktu pun semakin cepat berlalu. Pun rasanya saya harus berkejaran dengan waktu. Siapakah yang akan sampai lebih dahulu, impian ataukah maut?

Sebelum semuanya terlambat, berbaktilah kepada orangtua, kita gak pernah tahu siapa yang duluan “pergi”, orang tua atau diri kita yang dipanggil terlebih dahulu. Jangan pernah buat orang tua menangis, bagaimanapun orangtua yang merawat kita saat kecil.

Agama manapun, kepercayaan manapun, semodern apapun ajaran selalu mengajarkan untuk berbakti kepada orangtua.

Sampai kapanpun! Selama masih ada orangtua, kita adalah anaknya, berapapun usia kita, sesukses apapun kita tetap akan menjadi seorang anak. Bayangkan bagaimana nanti saat kita menjadi tua.

Saat kita kecil dulu, kebahagiaan kita adalah prioritas utama orangtua kita. Bahkan ketika kita sudah beranjak dewasa, kebahagiaan kita masih tetap jadi prioritas mereka.

Mengurus orang tua tergolong ibadah paling tinggi derajatnya dan termasuk ibadah yang paling mulia.

Meskipun berpuluh-puluh kali kita berdoa, beribu-ribu kali kita berbuat kebaikan, tetapi kita selalu menoreh luka di hati orang tua, itu semua tiada artinya.

Sayangi orang tuamu selama mereka masih ada di dunia.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).