Untuk langgengnya sebuah pernikahan maka dalam pernikahan kristen itu harus  ada usaha dari kedua belah pihak (suami-istri) untuk: Hidup saling mengasihi. Hidup saling menerima pasangan hidupnya dengan segala kelemahan dan  kelebihannya, kegagalan dan keberhasilan, serta dalam sakit dan sehat. Hidup saling mengampuni/memaafkan. Hidup saling melayani.

Kata ‘saling’ di sini berarti kita berbuat sesuatu tanpa harus menunggu  pasangan hidup kita yang terlebih dahulu berbuat demikian. Karena  dengan menunggu berarti kita telah membuat suatu persyaratan; dan kasih  kita kepada pasangan hidup kita tidak murni dan tulus. Jadi, Pernikahan  yang langgeng itu bukan karena faktor keberuntungan atau kebetulan.

Apakah saudara ingin hidup bahagia dengan pasangan saudara sampai maut  memisahkan kalian? Seberapa seriuskah saudara dan pasangan ingin hidup  dalam pernikahan yang menyejahterakan? Jangan jawab sekarang, tetapi  wujudkan dan nyatakan! Tuhan akan menolong kitaa yang sungguh-sungguh  ingin berhasil dalam hidup pernikahannya dan menjadi saluran berkat  Tuhan melalui rumah tangganya.

Ingat : “Untuk mewujudkan keutuhan  sebuah keluarga dibutuhkan dua orang. Sedangkan untuk mengancurkannya  cukup diperlukan satu orang.”

Sumber: Vernando Ricardo

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).