Seburuk buruk apapun saudara, dia tetap darah daging kita, sehina hina saudara dia tetap keluarga terdekat kita, sejahat jahat saudara dia tetap di kandungan dari perut yang sama dan benih yang sama.

Janganlah selalu lihat keburukan saudara sehingga lupa akan kebaikannya karena saudara tetap saudara cuma dilahirkan berlainan nasib dalam hidupnya.

Ada yang susah ada pula yang senang, janganlah kita bangga sekiranya kita lebih baik dari saudara yang lain karena suatu hari nanti semua akan berbalik.

Janganlah kita angkuh dan sombong kepada saudara yang kurang bernasib baik karena mereka yang akan menolong kita dengan susah payah satu hari nanti tanpa kita sangka.

Jangan terlalu berkira akan harta dan uang yang kita ada karena harta dan uang takkan kekal selamanya.

Pernah kah kita terpikir siapa yang angkat jenazah kita kelak?

Pernah kah kita terpikirkan siapa keluarga terdekat kita yang akan membungkus mayat kita kelak?

Adakah harta menolong kita ketika mayat dibungkus kelak, Tidak.

Saudara kita sejahat jahatnya manapun dia, Dia takka jijik menyentuh mayat kita walaupun dia hina, buruk dan jahat di mata kita.

Janganlah terlalu benci akan saudara karena saudara tetap saudara. Berkatnya rezeki dari tali persaudaraan saudara. Semoga kita ingat akan siapa diri kita, kita hanya hamba  yang hina di mata allah

Semoga kita dilembutkan hatinya dari perasaan benci kepada sesama saudara, sesama tetangga, maupu dengan sesama manusia yang ada di sekitar kita.

Sumber: Serli Marselina

Categories: Inspirasi

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).