Mungkin hari ini suami belum mendapatkan rezeki atau pendapatannya sedikit, tetap syukuri dan hargailah .

Jangan lihat besar kecil penghasilannya, tapi lihatlah rasa tanggung jawab dan pengorbanannya.

Engkau mungkin tidak tau bagaimana keadaan suamimu di luar sana, ia sedang  peras keringat, melawan panasnya terik matahari, dimarahi atasannya, dibentak konsumen, hampir tersenggol truk dalam perjalanannya hingga bertaruh nyawa hanya untuk mengais nafkah keluarga.

Kadang suami itu gugup dan tertekan, dimana dia harus melawan perasaanya, bermasalah di tempat kerja atau usahanya. Disatu sisi dia harus terpaksa tersenyum di depan keluarganya, diam berpikir sendiri untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

SUAMI PUNYA MASALAH, TAPI TIDAK MAU BERCERITA PADA ISTRI ITU SOMBONG?

Bukan, Dia bukan sombong! Ada hal yang harus dia pikirkan sendiri dan tidak mau istrinya terlibat dalam masalahnya terlalu dalam, baginya istri sudah cukup lelah berpikir untuk anaknya, biarlah dia berpikir sendiri menuntaskan apa yang perlu ia selesaikan tanpa tekanan dari dalam.

Suami yang baik dan bertanggung jawab tidak akan membiarkan anak istrinya kelaparan, meskipun sebagian harga diri dan perasaannya telah ia korbankan di luar sana.

Hargailah, hormatilah, sayangilah suamimu, Semoga dengan itu, Allah bahagiakan rumah tanggamu.

Muhammad Assaewad

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).