Dalam kamus besar bahasa Indonesia, tangan lamban artinya “tidak cekatan”, pemalas artinya “tidak mau bekerja”

Biasanya orang yang bekerja segenap hati/sungguh-sungguh pasti cekatan, tetapi orang bekerja setengah hati pasti berlamban-lamban.

Karena itu Alkitab berkata,
Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Mengapa harus seperti untuk Tuhan? Sebab kalau untuk Tuhan “biasanya” kita sungguh-sungguh, dan orang yang sungguh-sungguh pasti cekatan dan tidak berlamban-lamban.

Berbeda lagi dengan “malas”. Seorang pemalas ialah seorang yang:

  1. Terus menunda untuk memulai apa yang harus dilakukan (Ams. 6:9-10; bd. Ams. 22:13),
  2. Tidak menyelesaikan apa yang telah dimulainya (Ams. 12:27), dan
  3. Mengikuti jalan yang paling kurang mendatangkan kesulitan, hanya memilih yang gampang-gampang saja (Ams. 20:4),

Dalam ulasan ini, saya menyampaikan bahwa orang Kristen yang hidup baik dan benar seharusnya berhasil dalam hidupnya ” kaya ” sekalipun kaya itu relatif, namun dalam hal jasmani paling tidak “mandiri secara finansial”, supaya tidak menjadi beban bagi orang lain, justru bisa menjadi berkat bagi orang lain dan pekerjaan Tuhan.

Pemazmur berkata bahwa orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucu (Amsal 13:22 ) dan orang benar anak cucunya tidak meminta-minta roti (Mzm. 37:25)

Amsal 10:4 (TB) “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya”

Sola Gratia
Pdt.Yenny Novita

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).