Kamu Merawat Ibumu Sambil Menunggu Kematiannya, Ibumu Merawatmu Sambil Menunggu Kehidupanmu

Kamu merawat ibumu sambil menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sambil menunggu kehidupanmu

1. Sisa hidup semakin pendek, yang bisa dan baik dimakan. Makanlah!

Yang bisa dan baik dipakai. Pakailah !
Yang baik dan ingin kita beli. Belilah !
Kalau masih bisa memberi. Memberilah!
Yang masih bisa berbagi. Berbagilah !

Karena semua yang ada, tidak bisa kita bawa ke kubur. Jangan khawatir dengan ahli waris. Nikmatilah hίdυρ ini dengan pasangan kita saat waktu masih ada.

2. Dulu berusaha keras untuk bisa memiliki yang kita cintai.

Sekarang saatnya berusaha keras untuk ikhlas melepas yang kita cintai. Karena pada akhirnya harta, tahta, Istri, suami, anak, cucu akan ditinggalkan. Kebahagian tidak akan kita rasakan tanpa ke ikhlasan.

3. Sehari berlalu, umur berkurang sehari.

Bila kita lewati hari ini dengan berbahagia, kita sangat beruntung. Berbuat baiklah dan selalu mengucap syukur, karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggal.

4. Waktu cepat berlalu, hidup itu sangat singkat. Dalam sekejap kita kini memasuki masa tua, dan dalam sekejap nanti kita akan meninggal. Itu pasti.

5. Bila membandingkan ke atas kita akan selalu merasa kurang; membandingkan ke bawah kita merasa lebih; Bila kita bisa merasa cukup dan mensyukuri apa yang kita punya, kita pasti bahagia. Bersyukurlah dengan apa yang kita punya.

6. Harta, kekayaan, kedudukan, jabatan, kehormatan, semua itu hanyalah sementara, Yang terbaik dan terpenting adalah Perilaku yang baik, bisa membantu orang lain, tidak berbuat hal-hal tercela.

Kontrol diri. Jangan menyakiti hati orang lain, dan melatih diri agar selalu sehat lahir dan batin. Karena kesehatan adalah kekayaan kita, dan modal utama menikmati kebahagiaan hidup ini.

7. Kasih orang tua kepada anak tidak ada batasnya! Kasih anak terhadap orang tua ada batasnya. Sadarlah!

Anak sakit, hati orang tua teriris; orang tua sakit anak cuma nengok dan bertanya-tanya. Anak-anak memakai uang orang tua sudah seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti tidak bisa leluasa!

Oleh karena itu cukupilah diri sendiri dan berikanlah pada anak sebijaksana mungkin.

8. Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. Orang tua selalu memberi tanpa pamrih. Tetapi tidak semua anak akan berbakti kepada orang tua.

9. Orang tua selalu mendoakan anak, Tetapi anak karena kesibukannya tidak selalu mendoakan orang tua. Maka banyak berbuat baik, agar dapat terlahir kembali dialam bahagia saat meninggal. Tidak bergantung pada doa anak.

10. Kebaikan dan keburukan akan selalu datang sesuai karma kita. Sikapi dengan bersyukur dan sabar.

Semoga Hari Tua kita Bahagia.