Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Selama berumah tangga, milikiLah komitmen-komitmen ini :

  1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
  2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
  3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
  4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)
  5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa-apa bila ada apa-apa, pasangan kita bukan dukun)
  6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
  7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
  8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
  9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
  10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

10 Hukum Pernikahan Bahagia:

  1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan. (Efesus 5:1)
  2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan. (Matius 5:3)
  3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. (Amsal 16:32)
  4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. (Yohanes 13:34-35)
  5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. (Yesaya 1:18 ; Amsal 16:6)
  6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda. (Kidung Agung 3:1-2)
  7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. (Efesus 4:26-27)
  8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda. ( Kidung Agung 4:1-5 ; 5:9-16)
  9. Bersedia mengakui kesalahan. ( I Yohanes 1:9)
  10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah. ( Matius 5:9)

Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.

Kidung Agung 8:7 “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta. Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.”

Konflik dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.

Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita ” I LOVE YOU ” biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.

Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.

Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.

Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan “saya membutuhkan kamu tanpa kamu hidup jadi tidak sempurna”

Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa.

Percayalah! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati TUHAN.

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).