Rejeki Bukan Hanya Tentang Uang, Teman yang Baik Juga Rejeki Dari Tuhan

Salah satu bentuk rezeki yang Tuhan beri untuk kita adalah menghadirkan teman-teman baik. Teman berbagi suka duka saat jauh dari orangtua. Kali ini mendadak resmi rindu dengan semua teman-teman. Mulai dari teman masa kanak-kanak sampai sekarang dan tentu saja teman yang akan menjadi teman hidup saya kelak. Kira-kira yang dirindukan rindu juga tidak ya dengan saya?

Allah menghadirkan bermacam karakter dan sifat unik yang membuat saya banyak belajar. Belajar akan suatu hal baru berdasarkan pengalamannya. Atau sekadar belajar sifat unik disetiap orang. Belajar menikmati hidup dan belajar mensyukuri apa yang sudah Allah beri.

Bentuk kongkrit untuk melepas kerinduan adalah sebuah pertemuan. Hari ini selepas kerja saya putuskan membuat janji dengan teman-teman. Awalnya sempat ragu, jadi atau tidak karena selepas ashar mendadak hujan sangat lebat. Namun tekat saya dan kedua teman saya untuk bertemu sudah bulat. Kami bertiga memang sedang sama-sama ingin mendapatkan “pencerahan”. Memenuhi hak hidup untuk sekadar bincang-bincang random dari A sampe Z. Hehe

Dimulai dari drama penasaran kedua teman saya tentang cerita proses perkenalan saya dengan calon misua. Ceritanya 8 hari lagi saya mau melepas masa menjadi jomblo gitu deh. Alhasil pertemuan ini disusun dalam rangka mengobati rasa penasaran kedua teman saya ini. Mulai bercerita yang saya yakin sebenarnya ceritanya biasa saja. (kalau ga males nanti saya tulis juga ya bagaimana drama bertemunya hayati dan abang zainudin. #eehhh)

Obrolan merembet ke permasalahan diet sehat. Karena kebetulan salah satu dari kami bertiga ada yang bekerja di Nutrifood dan saya sempat menyebut WRP. Jadilah kami lanjut membahas tentang diet. Diet selesai dilanjut dengan cerita drama orangtua yang sudah mulai panik anak gadisnya belum kunjung melepas masa lajangnya. Hingga akhirnya percakapan ini cukup ngambang dan yah sudahlah akhirnya hanya dengan bersabar pangeran akan segera datang. Hehehe

Diskusi asyik berlanjut dengan bahasan mengenai kromosom, mobil listrik, kimia, dan seputar ilmu pengetahuan yang sedang ngehits dibicarakan. Seperti biasa sambil menertawakan diri sendiri yang akhirnya kalah prestasi dengan adik-adik unyu yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Ya Allah …. anak SMA aja udah bisa buat sesuatu. La kita? udah sarjana meeenn ….. berasa ditampar-tampar gitu jadinya.

Seringkali jika berkumpul dengan sesama PM berakhir dengan membuat ide dan blablabla. Pertemuan sebelumnya, PM Bogor sempat menghasilkan ikrar untuk diet dan olahraga setiap hari. Sambil laporan di grup. Meskipun akhirnya hanya wacana. Tapi setidaknya kami pernah berniat untuk membuat kami bahagia (meski tersiksa) dengan hal itu. Bahasan semalam cukup dengan obrolan santai saja. Mungkin kami bertiga memang sedang menuntut hak kami untuk benar-benar melepas penat. Hehehe

Yah, setiap kali berkumpul dan bertemu dengan teman baik akan memberikan energi untuk selalu berbuat kebaikan. Oleh karena itu, memilih teman baik menjadi sangat penting. Sebagaimana sabda Rasul tentang memilih teman baik.

Dari sini saya bersyukur Allah senantiasa memberikan rezeki yang tidak ternilai harganya berupa teman yang baik. Maka, nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan?

Penulis: Eni Megawati