Banyak orang seringkali mengalami kesulitan jika harus bangun pagi-pagi sekali untuk berdoa karena berbagai alasan misal terburu-buru harus berangkat ke kantor atau sekolah karena jalanan macet. Sarapan saja tiada sempat apalagi menyediakan waktu khusus untuk berdoa. Terlebih bagi mereka yang tinggal di kota besar, di mana roda kehidupan serasa berputar sedemikian cepatnya. Mereka seolah-olah dikejar-kejar waktu, disibukkan dengan tugas dan pekerjaan sampai-sampai waktu, jam, hari, minggu dan bulan sudah ter-setting dengan segudang jadwal atau agenda kerja. Dari pagi hingga larut malam rasa-rasanya tiada lagi waktu yang tersisa, 24 jam dalam sehari serasa tidak cukup.

Apakah hanya karena terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas lalu menjadi alasan untuk kita tidak berdoa? Sibuk boleh, tetapi jangan sampai perkara-perkara yang sifatnya duniawi semakin menjauhkan kita dari hadirat Tuhan. Itulah yang Iblis ingini dari kita: supaya kita memanjakan daging dengan menuruti segala keinginannya, di mana perlahan tapi pasti kita pun masuk dalam jeratnya sehingga hal itu memudahkan dia untuk menerkam kita, sebab “…si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8). Justru dalam kesibukan yang semakin padat seharusnya kita semakin mendekat kepada Tuhan atau mempunyai waktu lebih banyak untuk bersekutu dengan-Nya, supaya semua tugas dan pekerjaan dapat kita kerjakan dengan tuntunan hikmat Tuhan. Semakin sibuk atau semakin banyak pekerjaan justru kita makin membutuhkan penyertaan Tuhan di setiap langkah hidup kita.

Kalau di pagi hari sampai sore ada banyak sekali kendala atau hambatan sehingga kita tidak bisa berdoa, kita bisa mencari alternatif waktu yang lain yaitu berdoa di malam hari. Kalau Roh Kudus memimpin hidup kita dan kita mau dipimpin oleh Roh Kudus, sesibuk apa pun kita pasti menyediakan waktu untuk berdoa, di tengah malam sekalipun. Justru di saat-saat yang hening dan sunyi hati dan pikiran kita bisa lebih terfokus kepada Tuhan tanpa adanya gangguan.

Tuhan Yesus bertanya, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” (Matius 26:40b)

Baca: Mazmur 42:1-12

“TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.” (Mazmur 42:9)

Franklin Tjahjar

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).