Saat disindir kapan ngirim undangan? Pastikan bukan pemicu kegalauan

“Kapan ngirim undangan?”
Di usia yang sekarang, mungkin pertanyaan itu yang seringkali menghantui diri

Melihat satu demi satu teman akhirnya mantap melepas masa lajang dan naik pelaminan rasanya ada kegalauan yang sulit untuk diungkapkan

Ya, wajar kalau kita punya keinginan yang sama
Berharap segera dapat giliran yang berikutnya
Untuk segera membina rumah tangga.

Tapi, bukankah masing-masing orang punya jalan hidup yang berbeda? Nanti juga akan tiba gilirannya.

Angka bisa jadi tak berarti apa-apa meski sudah sampai di usia 20-an, bukan berarti kita sudah beres segalanya. Banyak momen kehidupan yang dilewati bukan berarti kita selesai dengan diri sendiri. Mungkin, saat ini kita masih mencari-cari apa sih yang sebenarnya paling di ingini dalam hidup ini?

Karena menikah itu butuh kedewasaan. Sayangnya, sekali lagi usia tak bisa dijadikan acuan sekalipun secara angka kita sudah bisa dibilang matang belum tentu kita sudah benar-benar siap ‘kan?

Bisa jadi kepribadian, karakter, dan mentalmu masih harus dibenahi. Seperti belajar menguasai emosi dan bersikap rendah hati.

Cobalah juga untuk merunut kembali masalah-masalah yang pernah di hadapi seperti bagaimana agar masalah dapat terselesaikan tanpa menambah perkara lain lagi. Coba juga untuk tingkatkan kualitas diri pun prestasi dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Memang menikah bukan berarti tak lagi bisa bersenang-senang. Hanya saja, ada pasangan dan anak-anak yang juga harus dipikirkan. Ada kebutuhan yang harus dimintai pertimbangan. Maka, mulailah belajar untuk mengatur keuangan dengan menabung agar nanti tak kepayahan

Karena menikah pastilah butuh modal bukan cuma biaya resepsi, persiapan buat kedepannya juga harus maksimal. Yang terpenting kita serius menjemput rezeki dengan halal

Jangan galau jika tak nikah tahun sekarang. Yakinlah garis takdir sudah ditentukan Tuhan kita hanya harus berdoa dan berusaha mewujudkan dengan perbaiki diri juga iman. Perbanyak sedekah semoga di mudahkan. Santai dan sabar menunggu giliran.

Toh, nggak mungkin juga ‘kan kekeuh naik pelaminan sendirian?

Setuju?

Setia Furqon Kholid
Inspirasi buku “Jangan Jatuh Cinta! Tapi Bangun Cinta”

Categories: Inspirasi

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).