Teruslah Berhubungan Baik dengan Saudaramu Sampai Tuhan Berkata Waktunya Pulang

Ketika ada kesempatan, pergilah bersama adik beradik dan saudara. Berkumpul – kumpul, bukan sekadar makan dan minum, tetapi ingat, waktu hidup kita semakin singkat. Maka dari itu, bangunkanlah persaudaraan.

Mungkin lain waktu kita tidak akan bertemu lagi. Mungkin lain waktu kita sudah semakin susah untuk berjalan. Menghabiskan sebagian waktu dengan adik beradik akan membuat Hidup lebih sehat secara mental dan fisik.

Umur itu seperti es batu, dipakai atau tidak akan tetap mencair dan berakhir. Begitu juga dengan umur kita. Digunakan atau tidak digunakan, umur kita akan tetap berkurang, dan akhirnya kembali ke hadirat Ilahi.

Tersenyumlah dan berpikir positif. Air yang mengalir tidak dapat berbalik arah. Kita tidak mungkin dapat berbalik menjadi muda lagi. Air di tetak takkan putus.

Kita akan menjadi tua, sakit, dan meninggal. Jalani hidup ini dgn ceria, sabar dan santai. Jangan suka mau menang sendiri, sementara adik beradik lain selalu salah.

Terimalah persaudaraan.Jangan suka mengeluh atau membenci. Hidup ini terlalu singkat untuk selalu benar sendiri (Penting kan diri sendiri)

Jangan buang adik beradik saudara sedaging, cuma karena tak sepakat. Satu keburukan adik beradik/keluarga, bukan bererti hilang sembilan kebaikannya.

Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan adik beradik kita. Siapa tahu mereka nanti akan menjadi penolong kita di akhirat kelak. Buanglah jauh jauh sifat egois dan iri hati. Terimalah kekurangan dan kelebihan dari adik beradik.

Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya. Nikmati semua masa, canda dan tawa.Hargai semua perbedaan. Percayakan kemampuan adik beradik kita.

Jaga perasaannya, tutupi aibnya. Bantu ketika dia jatuh, sediakan bahu ketika dia menangis. Tepuk tangan dan gembira ketika dia sukses.Sebut namanya dalam doa kita. Bertemanlah dengan hati yang baik dan tulus.Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah, Tuhan juga akan selalu bersama mu. Teruskan berhubungan baik dengan adik beradik sampai Tuhan berkata waktunya pulang.