Akan Ada Saatnya Tuhan Mengganti Setiap Air Mata Kita Menjadi Sukacita dan Sorak-sorai

Jangan putus asa kalau di dunia ini kita menghadapi berbagai pergumulan. Tetaplah setia sampai akhir, sebab di surga nanti air mata kita akan diganti dengan tari-tarian dan sukacita!

Kisah oleh Mentina Simanjuntak

Saat divonis Cancer Payudara Stad 3 April 2016 lalu, aku hanya membayangkan  kematian akan menjemputku. Aku harus tinggalkan anak anakku yang masih kecil. Aku bayangkan mereka akan kehilangan seorang mama yang biasa mengurus mereka, memandikan mereka, membacakan buku cerita sebelum tidur. Ah… banyak lagi keseruan kami sehari hari.

Saat itu Deandra masih TK B dan Joshuah belum sekolah.

Kesedihan dan pilu hati yang sangat dalam membuat aku hanya bisa menangis.

“Mengapa Tuhan? Mengapa begitu berat ujian ini? Mengapa harus aku yg mengalami? Apa dosaku hingga aku harus mengalami sakit ini?”

Banyak lagi pertanyaan mengapa? Dan mengapa?

Tapi aku coba untuk menjalani semuanya dengan ikhlas, sabar, dan berserah pada Tuhan.

Satu persatu proses itu kulalui. Operasi, Kemoterapi 8 x, Kemo Herseptin 17 x, dan Radiasi 25 x. 18 bulan menjalani perawatan dan pngobatan ke rumah sakit tentunya saat itu sangat melelahkan.

Apakah aku selalu tegar dan kuat? Tidak!

Aku pernah jatuh dan lemah, aku pernah hampir menyerah, aku pernah ingin menghentikan semua terapi ini.

Hal yang paling sakit dan pedih ketika anak anakku bertanya “mama, sebenarnya mama sakit apa sih ma, kenapa mama sering tidur dirumah sakit. Kami gak ada yang temani tidur”. Sungguh aku tak mampu untuk menjawab pertanyaan mereka saat itu. Hatiku miris.

Tapi Tangan Tuhan selalu menopangku. Ia selalu menguatkan aku.

“Ayo bangkit anakku. Aku selalu ada bersamamu. Aku tidak pernah meninggalkanmu”.

Dan ketika aku menyerahkan semua rasa yang kualami, Ia Tuhan yang tidak pernah tidur. Ia menuntunku kembali sehingga aku bisa berdiri lagi.

Semua perjalanan itu sudah terlewati. Badai itu sudah berlalu. Terima kasih Tuhan jika hamba diijinkan dan diberikan anugerah untuk bisa sehat kembali.

Saat ini kutau mengapa Tuhan mengijinkan ini kepadaku. Agar Dia bisa menunjukkan karyaNYA melalui aku dan mengalami mukjijatNYA.

Jangan pernah menyerah saudaraku. Ada saatnya setiap air mata kita akan digantikan menjadi sorak sorai dan sukacita.