Dasar Pernikahan Adalah Kasih Tuhan Bukan Cinta, Cinta Bisa Habis Tapi Kasih Tuhan Kekal Selamanya

“Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” Ibrani 13:4

Pernikahan adalah sakral/kudus. Oleh sebab itu sebelum memasuki pernikahan harus dipikirkan dan dipersiapkan sebaik-baiknya dan setelah memasuki pernikahan harus dijalani sebaik-baiknya.

Menghormati pernikahan berarti menghormati Tuhan dan suami atau istri kita.

Pernikahan bukan hanya sekedar sarana untuk mendapat keturunan, mengakhiri masa lajang atau memuaskan hawa nafsu sex. Melalui keintiman dalam pernikahan yang sah, terciptalah kehidupan baru yaitu anak.

Dasar pernikahan adalah kasih tak bersyarat yaitu kasih Tuhan, bukan cinta. Karena cinta bisa habis, tetapi kasih tuhan kekal selama-lamanya.

Selain kesetiaan, syarat utama dalam pernikahan adalah hidup kudus. Tanpa kekudusan pernikahan akan bermasalah.

Pernikahan tidak membuat seseorang terbebas dari dosa sex. Orang yang sudah menikahpun  bisa jatuh ke dalam dosa perzinahan atau persundalan.

Dosa dalam pernikahan tidak harus selingkuh atau bersundal. Pola keintiman suami istri yang tidak wajar/menyimpang dari kebenaran Tuhan, berfantasi dengan orang lain, tidak menggunakan organ tubuh sesuai dengan fungsinya seperti yang sudah tuhan ciptakan, dsb, adalah dosa.

Dasar keintiman suami istri orang beriman adalah kasih, bukan hawa nafsu.

Menikah bukan berarti bebas melakukan apa saja dengan pasangan kita. Prinsip pernikahan yang Tuhan Yesus ajarkan adalah satu suami satu istri seumur hidup.

Matius 19:5-6:

(5) “Dan firman-nya: sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
(6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Suami atau istri kita bukanlah orang yang sempurna, sama seperti diri kita memiliki kekurangan dan kelebihan.

Oleh sebab itu jangan mengagumi, apalagi mengingini suami atau istri orang lain.

Ulangan 5:21: “Jangan mengingini isteri sesamamu..”

Mencari pasangan yang cocok dengan diri kita adalah mustahil. Menikah bukan karena cocok, tetapi untuk saling melengkapi.

Jangan berpikir dan berharap apa yang bisa kita dapatkan dari pasangan kita, tetapi pikirkanlah apa yang bisa kita berikan buat pasangan kita.

Melalui pasangan kita tuhan membentuk diri kita menjadi peribadi yang lebih baik lagi.

Terimalah kekurangan suami atau istri kita, dan mengucap syukurlah. Bertanggung jawablah atas pilihan kita.

Tuhan mengasihi orang-orang yang setia.

Sumber: Renungan Ayat-ayat Alkitab