Kita Mungkin Miskin Harta Tetapi Jangan Sampai Kita Juga Miskin Akhlak

Seorang suami makan malam bersama sang istri di sebuah Restoran ternama. Sang istri memesan ikan bakar yang sangat lezat.

Setelah di hidangkan, ‎sang suami mengeluh terus dan mengatakan, “Saya tak bisa makan terlalu banyak tulang.”

Sang istri tersenyum sambil berkata, “Kenapa tidak fokus pada daging ikannya saja, bukan tulang,‎ toh yang di makan dagingnya, bukan?”

Dalam Kehidupan se-hari-hari, kita sering menghabiskan banyak energi untuk fokus pada hal-hal yang negatif, ‎pada kelemahan-kelemahan kita, ‎pada masalah kita.

Kita selalu dokus pada sesuatu yang “tidak kita miliki”, ‎bukan fokus pada “apa yang kita miliki”.
Kita fokus yang sesuatu yang “tidak bisa” kita lakukan, ‎bukan fokus pada apa yang “bisa” kita lakukan.

Kita tak pernah puas diri, karena‎ selalu membandingkan kita dengan orang lain,‎ miskin bukan berarti mengemis atau minta belas kasihan,‎ hiduplah secara sehat, terutama moralitas, ‎dengan demikian kehidupan ini baru bisa berbahagia.

BOLEH MISKIN HARTA, TETAPI JANGAN MISKIN MORAL‎.

Yang terpenting b‎ukan berapa lama kita hidup, tetapi b‎agaimana kita hidup,‎ fokuslah pada hidup yang bijaksana, moral tetap terjaga dengan baik.

“Life is not only about Destination but its also how we live about the way.”

“Hidup tidak selalu tentang tujuan akhir (mempunyai materi yang berlimpah, karier yang baik), tetapi‎ juga tentang proses menjalaninya.”

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan,
dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:8).

Michio Timoty