Menikahlah Dengan Dia yang Siap Berjuang Bersama dalam Susah dan Senang Serta Memuliakan Tuhan

Kalau kamu menikah hanya karena melihat pasanganmu tampangnya rupawan, nanti hatimu kecewa jika ia tambah tua, keriput mulai bermunculan, tentu tak serupawan waktu muda.

Kalau kamu menikah hanya karena terpukau dengan kata-kata indah dari pasanganmu, karena dia pintar merayu dan menggombal, nanti engkau akhirnya menyadari bahwa hidup dalam rumah tangga, tidak hanya dijalani dengan kata-kata indah, rayuan pulau kelapa, tetapi lebih dibutuhkan bukti dan tindakan nyata.

Kalau kamu menikah hanya karena jatuh cinta pada pasanganmu, kelak kamu menyadari bahwa hidup harus realistis dan dan kamu bukan lagi ABG (Anak Baru Gede), yang pelu merasakan getaran-getaran lagi untuk membuktikan bahwa kau masih cinta kepada pasanganmu.

Kalau kamu menikah karena pasanganmu banyak hartanya, nanti hidupmu bisa menderita bila ia jatuh bangkrut sampai tak punya apa-apa lagi. Karena roda kehidupan pasti berputar.

Kalau kau menikah karena pasanganmu romantis, selalu perhatian, sering memberi kejutan atau hadiah, sadarlah itu biasanya tidak berlangsung lama dan hanya untuk merebut hatimu saja, ditambah lagi, kelak dalam kehidupan rumah tangga, tidak melulu urusan romantis-romantisan, apalagi kalau sudah punya anak. Banyak urusan yang lebih penting dari romantis-romantisan.

Kalau kamu menikah hanya karena menaruh kasihan padanya, karena kamu pikir nanti ia kecewa, kalau kamu menolaknya atau kamu pikir mungkin nanti ia akan bunuh diri kalau kamu tidak jadi padanya. Itu keliru. Sebab kamu pun tidak tahu apa yang dipikirkannya tentang dirimu, bisa saja dia berpikiran yang sama dengan dirimu, menikahimu juga karenaa kasihan. Kamu merasa di atas angin, padahal pasanganmu pun merasa di atas angin.

Menikahlah dengan seseorang yang engkau merasa nyaman bersama dengannya

Menikahlah dengan seseorang dengan tanpa mengutamakan hal fisik, materi atau yang kelihatan, bukan berarti hal itu tidak penting, tapi jangan sampai itu menjadi syarat utama dan mutlak, engkau mau menikahi dengannya.

Menikahlah dengan seseorang yang sanggup menerima engkau apa adanya, menutupi kekuranganmu, dan memberdayakan serta mensyukuri kelebihanmu.

Menikahlah dengan dia yang siap untuk berjuang bersama dalam susah dan senang, dalam sehat dan sakit, dalam segala keadaan mencapai perkenanan Tuhan dan memuliakan Tuhan.

Sumber: Ferdinan Simanjorang