Natal Tahun Ini Terasa Berbeda Dengan Tahun Kemarin Tapi Makna Natal Tetap Sama di Hati Kita

Perayaan Natal tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin. Biasanya semua umat Kristiani ber-bondong-bondong datang ke Gereja untuk mengikuti ibadah Natal, tetapi sekarang dibatasi sesuai Protokol Kesehatan. Sebagian besar mengikutinya melalui live streaming di rumah masing-masing.

Kita semua prihatin, pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Kita semua tahu apa yang sudah terjadi selama 9 bulan ini akibat dari pandemi ini, sendi-sendi kehidupan tergoncang seperti badai yang mengamuk.

Banyak orang kehilangan anggota keluarga terkasih. Banyak orang kehilangan pekerjaan karena terpaksa harus dirumahkan/di PHK. Banyak Perusahaan tutup. Aktivitas dibatasi: bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah.

Covid-19 membuat sendi-sendi kehidupan terganggu, berimbas terhadap ekonomi. Banyak orang menjadi susah menafkahi keluarganya. Dilaporkan, bahwa angka kekerasan dalam keluarga bahkan perceraian meningkat.

Demikianlah situasi ini telah membuat kita tergoncang baik secara fisik maupun psikis. Diperparah lagi dengan maraknya politik identitas, radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian, fitnah, berita bohong/hoax, adu domba dan memecah belah masyarakat.

Ada pula yang dengan lantangnya men-dungu-dungukan orang lain, kontra produktif tidak menghasilkan solusi, malah menambah runyam situasi.

Seluruh situasi krisis ini mengingatkan kita, bahwa sebagai manusia kita sesungguhnya rapuh dan mudah terjebak dalam keputusasaan akibat beban fisik dan psikis yang kita tanggung.

Perayaan Natal tahun ini sungguh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dua situasi besar sekaligus ada di tengah-tengah kita, yaitu Covid-19 dan radikalisme.

Merayakan Natal dalam situasi seperti ini kita diajak untuk melihat dan merasakan kehadiran Yesus sebagai IMANUEL artinya Allah menyertai kita!

Bahwa: kita yakin dan percaya Allah menjaga kita, Allah memelihara kita semua, Allah mencukupkan kebutuhan kita.

“… dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” (Matius 1: 23)

ALLAH ITU BAIK !

Allah tidak akan meninggalkan kita (Ibr.13: 5b)
Allah menyertai kita bahkan sampai akhir zaman (Mat.28: 20b).

Kedepan, kita berharap semoga badai ini cepat berlalu, semua bisa normal kembali. Kita dapat hidup tenteram dan damai, rukun, harmonis, saling mengasihi, saling berempati, saling menghormati serta saling toleransi.

Sihar UN