Hati-hati Pada Ucapan yang Tujuannya Untuk Bercanda, Bisa Berakibat Fatal pada Mental Seseorang Bahkan Trauma

Berhati-hatilah terhadap ucapan yang tujuannya hanya untuk bercanda karena bisa berakibat fatal pada mental seseorang dan bahkan dapat menyebabkan trauma.

Kisah oleh Winda Idb

Dulu, sewaktu saya kecil, saya dipanggil si abeh karena saya punya bibir yang tebel.

Pada saat itu diotak kecil saya, punya bibir tebel itu jelek. Saya itu jelek.

Tanpa disadari, ternyata hal itu menyebabkan trauma kecil pada mental saya. Saya jadi ga PEDE ketemu orang.

Tidak nyaman berada dikerumunan.

Tidak suka menjadi pusat perhatian dan cenderung menarik diri.

See?

Bagaimana sebuah ucapan atau panggilan yang mungkin tujuannya untuk bercanda, berakibat fatal pada mental seseorang dan menyebabkan trauma.

Lebay? Engga!

Sudah saatnya kita berhenti melayangkan panggilan-panggilan konyol pada seseorang, apalagi pada anak kecil yang daya ingatnya sangat kuat.

Karena trauma masa kecil itu akan terbawa sampai kapanpun, nempel banget.

Sekarang, setelah tau ilmunya, saya mencoba menata mental saya. Bahkan bercerita seperti ini pun salah satu cara untuk melepaskan dan menerima apa yang terjadi.

Stop bullying!

Stop memberikan julukan atau panggilan konyol pada anak-anak kita. Karena ucapan adalah doa.

Berikanlah panggilan-panggilan yang positif supaya anak-anak kita menjadi anak yang positif hidupnya, menjadi anak soleh seperti impian kita semua.

Aamiin.