Pastikan Hubunganmu Sehat dan Taat, Agar Nanti Berakhir di Altar Lalu Mengucapkan Janji Suci Bersamanya

Cinta itu “realistis”, artinya: bisa “diukur” dengan Firman Tuhan. Jodoh yang dari Tuhan membawamu makin dekat dengan Tuhan. Mengenal seseorang itu “wajib hukumnya”. Sikap yang terburu-buru ingin segera berpacaran maka sangat merugikan keduanya.

Pertayaan, apakah hubungan sekarang ini membawamu makin dekat Tuhan? Atau makin menjauh dari Tuhan. Bijaklah! Jangan termakan oleh “perasaan”. Perasaan yang melanggar firman Tuhan, itu bukanlah cinta namun “emosional” semata. Jadilah! Tegas terhadap perasaanmu maka engkau akan selamat dan layak mendapatkan yang terbaik dan sepadan kedepannya.

“TUHAN Allah berfirman: ‘Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.’ (Kej 2:18)

Sepadan itu bukan sesama suku, bukan sama-sama kaya, buka sama-sama pendidikan tinggi ataupun warna kulit yang sama. Bukan!

Sepadan itu artinya “saling”. Saling menopang, saling mendoakan, saling mengasihi, saling mendukung dan saling memaafkan. Sepadan akan membawa hubungan itu bertumbuh, diberkati dan menjadi berkat. Fokuslah! Kepada kata “sepadan” bukan tampan atau cantiknya.

Sepadan akan membuat hubungan tersebut kuat dan berhasil. Tidak selamanya jodohmu yang sesuai keinginanmu namun dia kebutuhanmu di masa depan. Jadi! Utamakanlah kata “sepadan” itu.

Semoga suatu saat saat nanti kamu akan berakhir di Altar lalu mengucapkan janji suci setia bersamanya.

Jonathan Manullang