Pengkhianatan Paling Menyakitkan Itu Ketika Kita Dikhianati Orang yang Kita Percaya

“Kecewa” Rasa tersebutlah yang akan hadir didalam diri seseorang, ketika sesuatu yang ia berikan kepada orang  yang telah ia percayai diberi rasa, entah itu rasa percaya, rasa cinta, rasa peduli atau entah rasa apapun itu telah dihianati.

Kecewa memang menyakitkan, apalagi rasa tersebut diberi oleh seseorang yang telah  menempati sisi hati, sudah tidak perlu ditanyakan lagi betapa sakitnya. Jangankan untuk bertegur sapa dengan orang yang telah menaruh rasa kecewa, untuk memandangnya saja mata ini seperti enggan.

Butuh beberapa bulan bahkan tahun untuk memudarkan atau menghapuskan rasa kecewa tersebut.

Dan sebagai penghibur, hanya kata sabar dan iklaslah yang bisa menguatkan ketika sedang kecewa karena pengkhianatan.

Kata sabar dan iklas juga bisa dijadikan penghibur disaat kita sedang menghadapi keadaan-keadaan seperti:

  • Kehilangan sesuatu yang kita sayangi.
  • Ketika memiliki harapan besar ternyata hampa.
  • Ketika dihianati oleh orang yang kita percaya.
  • Ketika dilecehkan atau diremehkan.
  • Ketika difitnah.
  • Ketika ditinggal oleh orang yang kita sayangi.

Ya… Itulah beberapa peristiwa yang tidak bisa kita elakkan dan kata sabar dan ikhlas sebagai penghiburnya.

Tetapi kita manusia yang mempunyai hati dan emosi, yang tidak bisa menerima begitu saja keadaan tersebut.

Terkadang kita menyalahkan orang lain dan bahkan kita terlalu berani menyalahkan Tuhan ketika kita mengalami peristiwa tersebut.

Tapi percayalah jika kita mampu sabar dan ikhlas, maka dibalik rasa kecewa itu ada banyak kebaikan yang menanti kita kedepannya.

Bisakah kita berbuat sabar dan ikhlas seutuhnya?