Sibuklah Dengan Dirimu Sendiri Hingga Kau Tidak Punya Waktu Mengurusi Hidup Orang Lain

Ketika kita hanya mampu membeli tas seharga 500 ribusementara kawan kita membeli tas seharga 5 juta, kita bilang kawan kita berlebihan padahal ia belanja tak pakai uang kita. Dan ternyata ia sudah berhemat, untuk tidak membeli tas seharga 40 juta yang sanggup ia beli.

Ketika kita hanya mampu hidup selalu di dekat suami, sementara kawan kita berpisah jarak dan waktu dengan suaminya, kita bilang ia menggadaikan rumah tangga demi materi. Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia, dalam perjuangan rumah tangganya.

Ketika kita hanya mampu mengatur uang belanja 1 juta sebulan, sementara kawan kita pengeluaran belanja bulanannya sampai 10 juta, kita bilang ia boros.

Padahal ia tak pernah berhutang pada kita. Dan Ternyata mereka beramal lebih banyak dari uang belanjanya.Ternyata mereka tak pernah lupa memberikan sumbangan.

Siapa yang rugi?

Kita!!!

Belum-belum sudah mudah menilai. Bisa jadi malah berburuk sangka. Padahal kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya orang lain hadapi, orang lain lakukan, di luar sepengetahuan kita.

Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita. Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita.

Jangan menggunakan kacamata kita untuk menilai orang lain, penampilan luar belum tentu mencerminkan sifat aslinya.

Jangan sibuk mengurusi urusan orang lain, apalagi kita tidak tahu apa-apa tentang hal tersebut.

Mungkin itulah kenapa sepatu kaca cinderella hanya pas di kakinya, karena ukuran hidup kita belum tentu sama dengan ukuran hidup org lain.

Sibuklah memperbaiki diri sendiri . Karena hanya dengan diri sendiri menjadi baiklah maka segalanya akan turut menjadi lebih baik.

Jangan pernah lelah untuk introspeksi diri.

Karena pada saat engkau berkembang, maka engkau tidak akan punya waktu untuk fokus pada hal negatif di hidupmu.