Suksesmu Bukan Ajang Untuk Balas Dendam, Tapi Jadikalah Berkat Bagi Dia yang Meremehkanmu

Kadang kesusahanmu bisa jadi bahan cibiran orang-orang bahkan keluargamu sendiri menolak keadaanmu yang tengah dalam kesulitan.

Memang bukan benci yang membuat kita menghindar dari mereka tapi alasannya hanyalah kecewa.

Saat kamu merasa beban hidupmu sangat berat, ada sebagian orang berpikir itu mudah. Tapi ketika kemudahan sudah kamu temukan, ada sebagian orang berpikir mungkin itu hanya bantuan orang lain.

Dan ketika mereka melihat fakta bahwa jerih payahmu sudah membuahkan hasil dengan sukses yang besar maka akan ada orang yang hadir di sekitarmu bukan untuk memberi selamat namun sedang menaruh kebencian padamu.

Ada pula Sebagian orang yang dulu tidak mengakui dirimu sebagai teman atau saudara kini pengakuan itu muncul meski pada awalnya kamu tak pernah merasakan sedikit bantuanpun dari mereka bahkan suksesmu kini tak ada andil dari mereka.

Itulah hidup sulit di tebak.

Tapi teruslah berbuat baik bagi mereka meski dulu mereka sempat menolakmu bahkan pernah membencimu.

Ingatlah, hidup bukan untuk menemukan dirimu sendiri tapi bagaimana menciptakan sukacita di tengah orang-orang yang pernah membiarkanmu haus dan kelaparan karena putaran waktu telah menulis bahwa kamu pernah mengalami hal yang tak mudah kamu jelaskan. Sepatutnya jangan biarkan mereka mengalami hal yg sama.

Jelaskan kepada mereka tentang segala kebaikan Kristus di hidupmu tapi tetaplah rendah hati dan jangan sombong karena itulah yang Tuhan mau.

Tak ada yang salah jika kamu berani memberi kesaksian kepada mereka bahwa sama seperti Kristus tau mengubah air menjadi anggur maka Dia juga tau merangkai airmatamu jadi permata dan kamu adalah buktinya.

Jadikan suksesmu sebagai berkat untuk mereka bukan ajang untuk balas dendam.

Mazmur 118:13 “Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi Tuhan menolong aku.

©️ Alafa