Aib Orang Lain Bukanlah Cerita Indah yang Harus Disampaikan Ke Semua Orang Tapi Rahasia Yang Harus Ditutup Rapat

Sahabat/teman terbaik itu adalah dia yang pandai menjaga aib dalam pertemanannya. Sekalipun sudah jarang bertemu karna mulai disibukkan dengan kehidupan’nya masing-masing.

Tutuplah aib saudaramu, sebagaimana kamu menutup aibmu sendiri. Bersyukurlah karna Allah menutup semua aib’mu, hingga orang lain menilaimu seperti orang baik. Padahal setiap orang pasti punya kesalahan, aib dan dosa.

Karena keburukan dari saudaramu bukanlah cerita indah yang harus kamu sampaikan ke saudaramu yang lain, akan tetapi itu sebuah rahasia yang mesti kamu tutup rapat, cukup hanya tahu saja antara kamu, dia dan Allah.

Cukup intropeksi diri. Kita di dunia ini bagaikan hitungan yang setiap harinya berkurang. Bagaimana mungkin kita sempat- sempatnya sibuk menghabiskan bilangan yang setiap hari berkurang ini dengan hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali untuk dunia mau pun akhirat.

Orang beriman pasti paham betul sekecil apapun yang dia lakukan didunia ini akan ada balasannya di akhir kelak.

Sibuk lah membenahi diri, tak perlu ambil rana orang lain. Setiap manusia mempunyai aib masing-masing, jika aib mu tertutup rapat maka bersyukurlah Allah lah yang menutup aibmu maka bantulah tutup aib saudaramu. Jika tidak mampu maka jangan ikut menyebarkan.