Perempuan Akan Jauh Lebih Kuat Setelah Menikah

Ada perempuan yang sebelum menikah sering sakit, setelah menikah lebih jarang sakit. Bukannya tak sakit, dia memilih menguatkan diri agar tak sakit, demi kelangsungan kehidupan rumah tangganya.

Ada perempuan yang sebelum menikah perasaannya rapuh, mudah tersakiti. Setelah menghadapi masalah demi masalah dalam pernikahan, semakin hari dia semakin kokoh.

Ada perempuan yang mudah sekali marah. Namun setelah menikah, kehidupan mengajarinya bagaimana cara mengelola hati agar tak termakan emosi.

Dia rapuh & lemah ketika sendiri. Tapi setelah menemukan belahan jiwa, dia akan sekuat mungkin menjaga egonya. Setelah memiliki anak, bukan lagi memikirkan kebahagiaannya tapi anak-anaknya.

Jika dia memilih seseorang, maka kehidupan setelahnya adalah bagaimana mempertahankan hingga akhir usia. Meskipun ujian yang dihadapinya tak mudah.

Meskipun terkadang caranya berkorban tak masuk akal. Meski disakiti berulang kali, dia akan lebih memilih mempertahankan rumah tangganya. Mudah baginya memaafkan asalkan  bukan orang ketiga.

Tak heran sebelum memutuskan pilihan dia akan sangat selektif & tak mudah mengiyakan. Karena keputusan dia saat ini adalah penentu kehidupannya di masa mendatang.

Jika dia memilih orang yang tepat, yang didapatkan adalah penghargaan & kasi sayang. Sementara jika kurang beruntung, yang didapatkan adalah kepedihan & pengkhianatan.

Perempuan akan jauh lebih kuat setelah menikah. Dia tak lagi memikirkan ego, kepentingan bahkan kebahagiaan nya sendiri. Tapi pasangan, anak-anak & juga keluarga yang harus dia jaga.

Ujian demi ujian menguatkannya. Pun kasi sayang dari pasangan serta dukungannya.

Dia akan dengan mudah memaafkan pasangan dalam banyak hal. Satu hal yang mungkin akan melemahkannya. Ialah orang ketiga.

Selain itu, rasa-rasanya kebahagiaan & masa depan anak-anak adalah kekuatan baginya.

Peluk hangat untuk semua perempuan, calon istri, calon ibu & juga seorang ibu.

©️ Riri Abdillah