Selagi Kita Masih Hidup di Dunia, Jadikanlah Hidup Kita Berarti Bagi Orang Lain

Hidup manusia hanya sekali, sebentar dan hanya sementara. Harta, kekayaan, jabatan bahkan orang-orang yang kita kasihi hanya sementara bersama kita.

Jadi:

Mengapa saling membenci
Mengapa sirik hati
Mengapa saling melukai
Mengapa menyombongkan diri
Mengapa mementing diri sendiri
Mengapa, mengapa dan mengapa.

Kalau saatnya tiba, semua akan sirna. Semua akan berakhir. Ketika seseorang mati, ia akan berpisah di dunia yang berbeda dengan orang yang ia kasihi.

Sebanyak apapun pakaian yang dimilik seseorang, pada akhirnya seseorang hanya memakai sepasang saja ketika kematian datang.

Semewah apapun rumah seseorang di dunia akan ia tinggalkan, ia akan memasuki rumah baru yang sudah disediakan, yaitu kuburan.

Seluas apapun atau ribuan hektar pun tanah yang ia miliki, tiada berarti baginya lagi, ketika ia mati. Dia hanya butuh tanah ukuran paling luas 1.5 x 3 meter untuk tempat terakhirnya.

Investasi sebanyak apapun dunia tidak akan ia bawa mati. Itu sebabnya perbanyak investasi untuk akhirat nanti.

Gelar berjejer dan sepanjang gerbong kereta api pun akan terlepas, ia kelak hanya memiliki satu gelar, yaitu mendiang.

Selagi Tuhan memberi kesempatan hidup, mari gunakan dengan sebaik-baiknya. Artinya kita hidup, kita tidak hanya bisa menarik nafas saja, melainkan bisa melakukan hal yang berguna minimal untuk diri sendiri, syukur- syukur bisa berguna untuk orang lain.

Seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam Filipi 1:22a “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

©️ Ferdinan Simanjorang