Semoga Pasanganmu Kelak Benar-benar Tahu Cara Memperlakukanmu Dengan Baik

Lagi diam, merenung sendiri, tiba-tiba emosi jadi dalam. Ngga ada angin ngga ada hujan, ngga ada yang nyakitin, eh tiba-tiba nangis sendiri ngga jelas.

Entah kenapa kalo lagi sendirian suka terjerumus ke dalam permasalahan yang dibuat sendiri. Tiba-tiba teringat kenangan buruk di masa lalu yang pernah menimpa.

Apalagi pas musim hujan. Duduk di jendela, merenung, meneteskan airmata. Lega aja gitu. Entah lagi galau atau engga. Ada penyebabnya atau engga. Pokoknya kalo udah netesin airmata rasanya lebih tenang.

Selain itu emang ada hormon yang bikin perempuan suka nangis tanpa alasan. Makanya kalo perempuanmu nangis tapi pas ditanya kenapa dia jawab, “Ngga tau pengen nangis aja.”

Ya udah jangan heran, jangan dibentak, jangan dimarahi. Dia cuma butuh mengeluarkan air mata. Akan lebih cepat tenang jika pasangan merespon dengan pelukan, memberikan sandaran, mendengarkan keluhan agar dia tak merasa sendirian.

Ya emang perempuan itu unik pokoknya. Ada atau tanpa adanya alasan dia bisa dengan mudah marah atau menangis. Tapi mood nya juga akan cepat membaik ko kalo diperlakukan dengan baik.

Apalagi pasangan mengistimewakan, memberikan kasi sayang dan ketulusan. Meluruskan dengan perlahan agar dia tak lagi lemah oleh perasaan.

Naluri alami bukan berarti harus terus diikuti ya. Belajarlah untuk mengendalikan perasaan. Kapan saat yang tepat untuk marah dan menangis. Tanpa menyakiti siapapun.

Semoga pasanganmu kelak, dia yang sangat mengerti akan lembutnya hatimu. Hingga dia tak sedikitpun berniat melukaimu. Dia yang senantiasa memahami dan meluruskanmu dengan mengimbangi kelembutanmu.

Kalo lagi PMS lebih parah. Siapapun berani dekat siap-siap diamuk meski tanpa sebab.

Tapi jangan jadikan PMS atau naluri perempuan sebagai pembenaran perbuatan buruk ya.

Kendalikan diri dengan baik meski orang lain tak ada yang memahami.

Dan semoga pasanganmu kelak seseorang yang benar-benar mengerti bagaimana cara memperlakukan perempuannya dengan baik.

@riri.abdillah