Jadilah Pasangan Dewasa, Walau Jarang Memberi Kabar Namun Tetap Setia

Jadilah pasangan yang dewasa, meski jarang memberi kabar tapi tetap saling setia. Jangan kaya orang-orang yang setiap saat ada kabar tapi nyatanya banyak simpanan.

Kisah Nyata Oleh Bang Zul

Seseorang bertanya padaku “Bang zul mau nanya deh kunci hubungan langgeng itu gimana ya?”

Dan aku menjawab seperti yang aku lakukan biasanya dalam menjalin hubungan “Kalau mau langgeng ya jujur, saling terbuka dan saling mengerti”

Dia bertanya lagi “Selama ini abang bisa putus karena apa?”

Dengan muka memelas aku pun menjawab “Aku sudah melakukan semuanya jujur iya, saling terbuka iya dan mungkin hanya dia mengira aku yg kurang mengerti”

Dia menyerang ku lagi dengan pertanyaan melekit “Memang awal kejadian permasalahan abang putus gimana?  Dan maksud abang mungkin hanya dia yg menganggap kurang mengerti itu cemana?”

Dalam hatiku, “ni anak mau jadi wartawan gosip apa gimana si” Namun aku menjawab dengan jujur “Awal permasalahan nya itu abang jarang beri kabar ke dia dan dia baca chat aku dengan cewe lain dia sudah tau itu adik angkatku namun ya dia tetap cemburu karena dia merasa dirinya tidak dianggap. Dan kenapa aku bilang dia yang kurang mengerti? Logikanya aja gitu kalau memang aku niat selingkuh bakal aku kasih ga akun sosmed ku? Terus apakah chat becandaan ku dengan adek online tidak kuhapus ya pasti kuhapus kalau niatnya selingkuh.”

Diapun terdiam sejenak

“Bang mungkin ya bang dia itu cuma abang ngertiin posisi dia, setidaknya ya kalau misal abg sibuk ya sempet sempetin balas chat dia, walau abg selalu jujur perempuan itu ingin diprioritasin oleh pasangannya”

Aku menjawab “dalam 1 hari aku mungkin sangat jarang balas chat dia padahal aku kerja dan kuliah, kalau aku gak ada kabar 1 harian dia marah aku gapapa dek. Dalam 1 hari aku masih balas chat nya walau aku balas cuek dan seadanya pernahkah dia tahu aku disini memikirkan banyak hal dan jika aku lagi ga enak mood aku lampiaskan dengan main game.

Jika itu masih salah dan dia masih ingin di prioritasin banget cari saja la cowok lain yang bucin ny tingkat dewa. Yang pengangguran mungkin?”

Lalu dia menyerah dan membalasku lagi “Yaudah bang karena abang sama dia udah putus ya adk g bisa berbuat apa-apa lagi, jujur adek sedih liat kalian putus tapi mungkin dia saja terlalu egois ingin dimengerti dan diprioritasin tapi disini abg juga egois si sebenernya.”

Aku menjawab “iya aku memang egois juga dan aku anggap hubungan kami sudah ga sejalan lagi. Makanya ketika dia ambil sikap ya aku juga menerima keputusan itu. Jika yang sibuk masih sanggup memberi kabar dan saling terbuka saja bisa putus apalagi yang sok sok sibuk dan ga terbuka kan? “

“Abang mau kamu itu jika nanti memiliki pasangan mengertilah dia seperti dia yang masih mengerti mu walau hanya sedikit saja pengertian nya.

Jangan memberi dia pertanyaan, tuduhan dan kekangan yang membuat dia bosan.  Laki-laki itu jika setia dia juga balik kerumahnya.

Jangan seperti ABG, masih inget rumah dan pulang walau jarang tapi masih saja dituduh dan diberi kekangan yang ada didunia nyata capek didunia maya pun capek juga mikirin masalah terus. “

Dia… “Makasih bang saran nya”

“Kembali kasih”

Aku harap setelah ini tak ada lagi pertanyaan tentang itu. Dan alasan kami mengakhiri karena kami sudah tak sejalan lagi