Memilih Memaafkan Bukan Karena Lemah, Tapi Sadar Jika Balas Dendam Kita Sama Jahatnya Dengan Mereka

Mudah untuk menyebutnya tetapi sulit untuk dilaksanakan. Karena sebagai manusia biasa, apabila kita dilukai kita mau kembali melukai.

Sebisa mungkin kita mau membalas perbuatan orang kepada kita dengan balasan yang setimpal, karena kita juga mau mereka sakit seperti kita.

Kita mau mereka merasakan apa yang kita rasakan. Namun dengan berbuat begitu, membalas kesalahan dengan kesalahan hanya akan membuatkan diri kita bertambah lemah. Luka tidak akan sembuh. Hati akan semakin sakit. Dada akan semakin sesak.

Maafkan orang lain karena tiada orang yang sempurna. Kalau merasa diri tidak bersalah, itu ego.

Sesekali mengalahlah, karena mengalah bukan berarti lemah. Mengalah bermakna kita kuat untuk meruntuhkan ego sendiri. Maafkan orang lain, maafkan diri sendiri, berhenti dari mendendam dan berhenti dari saling menyalahkan.

Maaf mungkin bukanlah segala-galanya. Tapi siapa tahu, dengan merendahkan diri untuk mengucap, memberi atau menerima maaf, akan kita temukan sedikit ketenangan pada dada kita yang sesak dengan bermacam rasa sakit.

Maafkanlah. Karena Allah mengasihi orang yang menahan marah.

@almira_amalia