Terkadang Jatuh Itu Perlu Agar Kita Tahu Siapa yang Mengulurkan Tangan dan Siapa yang Bertepuk Tangan

Kenapa kita perlu jatuh berkali-kali lalu bangkit? Kenapa kita perlu beristirahat sejenak lalu bergerak kembali?

Karena seperti halnya pagi, selalu ada malam. Seperti halnya siang, selalu ada sore. Seperti halnya suka, selalu ada duka. Seperti halnya hujan, selalu ada pelangi. Karena tak selamanya dalam hidup kau temukan selalu kebahagiaan, karena tak selamanya dalam diam kau temukan ketenangan, karena tak selamanya dalam perjalanan kau tempuh jalan yang lurus tanpa sedikitpun berbelok, karena tak selamanya kau bisa kuat tanpa pernah kecewa, tanpa pernah gagal, tanpa pernah haru, dan tanpa pernah salah.

Belajarlah memahami walau terkadang kau sendiri tak mampu memahaminya. Belajarlah untuk tersenyum walau terkadang bibir tak pernah ingin melekuknya. Belajarlah untuk mengikhlaskan walau sebenarnya hati tak pernah rela. Belajarlah menerima walau sebenarnya hati tak pernah mau. Belajarlah tentang hal yang sekarang kau tak pernah ingin merasakannya. Karena hidupmu, karena hidupku, karena hidup kita semua bagai misteri yang tak pernah dan tak akan bisa terungkap. Tak tahu kapan, tak tahu apa, tak tahu bagaimana nanti, esok, lusa, dan selanjutnya.

Maka, Belajarlah.

Jika tak bisa padamkan api, jangan menumbuhkan percik. Jika tak bisa membalas, jangan buat berhutang.  jika tak bisa menyelesaikan, jangan memulai. Jika tak mampu memberi alasan, jangan membuat kesalahan. jika tak bisa menepati, jangan berjanji. Dan jika kau ragu akan sesuatu jangan pernah mencoba.

Banyak hal dalam hidup ini yang tak pernah bisa dijelaskan oleh logika, banyak hal di dalam hidup ini yang tak pernah bisa diterima oleh logika. Bahkan otak menolak  mengaturnya, sedangkan tubuh menolak untuk memprosesnya.

Banyak hal dalam hidup ini yang tak pernah bisa dijelaskan hanya dengan berucap, banyak hal dalam hidup ini yang tak bisa dijelaskan hanya dengan mata, hanya dengan sikap, hanya dengan karakter, hanya dengan “sekedar mengenal/tau” banyak hal di dalam hidup ini yang tak pernah bisa di selesaikan dengan kata-kata, dengan kata “maaf” dengan perhatian, dengan nada-nada ringkih ataupun keluh.

Dari banyak hal, dari kebanyakan hal, dan dari ke semua hal, hanya kesabaran yang menyelesaikan. Hanya keikhlasan untuk bersabar yang menyelesaikan.

Saat kau jatuh, terkadang kau hanya ingin melihat seorang yang dengan siap menangkapmu, saat  kau lelah terkadang kau hanya ingin melihat seorang dengan penuh kesabaran menyemangatimu dengan penuh nada-nada yang halus terucap, dan saat kau tak mampu lagi untuk berdiri tegak, terkadang kau hanya ingin seorang untuk dengan siap mengulurkan kedua tangannya dan menopangmu.

Terkadang kita perlu jatuh dan gagal, agar kita tahu siapa teman yang mengulurkan tangan dan siapa teman yang bertepuk tangan.