Untukmu yang Sedang Patah Hati, Cobalah Untuk Tersenyum Kembali dan Jangan Larut Dalam Kecewa

Untukmu yang sedang patah hati, cobalah tersenyum lagi.

Cobalah tersenyum lagi karena yang sakit itu dadamu, bukan bibirmu. Teruslah melangkah kembali karena yang patah itu hatimu, bukan kakimu.

Jika dia merobek hatimu, tolong kamu jangan ikut merusak hidupmu. Jangan dzalimi diri sendiri dengan lamunan panjang, tangisan di tengah sunyi, marah-marah gak jelas, muka masam serta keluh kesah yang tak berkeseduhan.

Patah hati itu untuk disembuhkan, bukan digalaukan. Rasa sakit itu untuk dipulihkan, bukan dipikirkan. Waktumu di dunia ini singkat, jangan kau persingkat lagi dengan drama-drama yang tidak mendewasakan.

Beranjaklah, buktikan bahwa kamu tidak akan lagi tunduk pada perasaan. Bahwa kamu tidak akan lagi menjadi budak cinta. Kamu harus merdeka dari penjajahan masa lalu.

Untukmu yang sedang patah hati, gapapa menangis.

Gapapa jika dengan menangis bisa membuat dadamu lumayan lega. Tapi jangan lama-lama ya. Jangan sampai air matamu habis hanya untuk sedih-sedihan seperti itu. Sisakanlah sebagian air matamu untuk hari nanti.

Untuk kapan?

Pada hari di saat kamu dilamar oleh seseorang yang cinta dan ketulusannya, tak pernah kau temui di sebelum-sebelumnya. Seseorang yang bukan hanya mencintai, tapi siap menikahi agar bisa menyayangimu sepenuh hati.

Pada hari itu, menangislah disertai senyuman haru atas kebaikan Tuhan yang telah memisahkanmu dengan yang salah untuk kemudian disatukan dengan yang tepat. Berbahagialah dengan penuh syukur. Bersyukurlah dengan penuh bahagia.

Untukmu yang sedang patah hati, silakan jika ingin bercerita.

Silakan bercerita jika itu bisa sedikit meredakan sesakmu di dalam dada. Tapi jika boleh memberi saran, jangan dulu bercerita pada orang lain bahkan ibumu atau sahabat terbaikmu sekali pun.

Mengadulah kepada Allah terlebih dahulu ya. Sebab orang-orang hanya bisa mengusap basah di pipimu. Tetapi tidak, mereka tidak bisa menyembuhkan sakit di hatimu.

Maka setelah berdoa, pejamkan matamu beberapa saat, lalu mohon ampunlah kepada Allah karena barangkali, luka itu tidak lain disebabkan oleh kamu sendiri yang sudah lancang berharap secara berlebihan kepada selain-Nya.

Kemudian mohonlah pertolongan agar rasa yang ingin kauhilangkan segera Allah cabut. Agar sakit yang ingin kauobati secepatnya Allah sembuhkan.

Atas kehilangan yang begitu menyesakkan, atas perpisahan yang teramat menikam dada, pun atas patah hati yang sakitnya tak terkatakan, sudahkah kamu meyakini bahwa inilah cara Allah untuk mendidikmu menjadi lebih kuat dari sebelumnya lemah, lebih dewasa dari asalnya kekanakan, juga lebih berhati-hati dari biasanya mudah sekali jatuh hati?

Ya… Dari kisahmu yang ternyata berakhir buruk, sudahkah kamu meyakini bahwa inilah cerita yang terbaik?

©️ Haryanti Azaria