Di Balik Tegarnya Perempuan Sulung, Ada Kerapuhan yang Disimpannya Sendiri

Kita tak pernah bisa memilih terlahir dengan orangtua seperti apa. Kita pun tak pernah bisa memilih ingin dilahirkan dengan jenis kelamin apa dan pada urutan ke berapa. Bagi yang terlahir sebagai anak perempuan sulung, banyak tantangan yang memang harus ia hadapi seorang diri.

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat menceritakan isi hatinya sebagai seorang perempuan sulung yang berusaha melakukan semua yang terbaik demi orang-orang terdekatnya. Bekerja di ibu kota, berjuang sendirian, dia sudah melakukan semua yang bisa ia lakukan.

Dia masih merasa bertanggung jawab membiayai adik-adiknya sekolah, membiayai biaya pengobatan orangtuanya, memenuhi keinginan ayahnya untuk membangun rumah besar dan beli mobil di kampung halaman, dan sebagainya. Semua itu kemudian membuatnya merasa kehilangan harapan pada hidupnya sendiri. Ia merasa begitu kesepian dan sendirian. Bahkan menghapus harapan untuk menikah.

Hanya Bisa Menguatkan Diri Sendiri

Di antara kita mungkin ada yang sedang merasakannya saat ini. Sebagai perempuan sulung, kita ingin membahagiakan adik-adik dan membanggakan orangtua kita. Semua hal kita lakukan untuk memenuhi harapan semua orang. Namun, tidak semua orang paham atau sedikit saja mengapresiasi usaha kita. Sehingga yang bisa kita lakukan saat ini hanya berusaha menguatkan diri sendiri. Berusaha untuk bisa menjaga pikiran tetap waras dan tubuh tetap kuat berdiri.

Tidak Berani untuk Egois

Dari percakapan dengan sesama anak perempuan sulung, ada satu hal yang cukup menarik. Seorang perempuan sulung kadang sulit untuk bersikap egois. Kadang ingin bisa menjalani hidup sendiri. Tak peduli dengan kesulitan adik atau orangtua sendiri. Ingin bahagia dengan cara dan pilihan hidup sendiri. Namun, hati kecil pun berontak. Tak pernah ada keberanian untuk egois. Sehingga semua masalah yang ada pun, hanya bisa dirasakan dan diatasi sendiri.

Sumber: fimela.com